Upah Membersihkan Sarang Walet Murah

Upah Membersihkan Sarang Walet

Kebons.com – Pada materi kali ini akan kita ulas bagaimana sistem upah membersihkan sarang walet murah yang saling menguntungkan, baik untuk pengusaha cuci sarang, dan juga pekerja cuci sarang.

Sistem penggajian yang diterapkan ada dua macam. Yang pertama adalah gaji tetap, yang kedua adalah borongan atau by project.

Kedua sistem penggajian ini dapat dipilih sesuai dengan skill dan bakat yang dimiliki oleh karyawan pencabut bulu.

Upah membersihkan sarang walet dengan gaji tetap

Untuk sistem gaji tetap, wajib diterapkan dengan adanya target harian yang harus dicapai oleh karyawan cabut bulu. Jika gaji tetap diterapkan tanpa adanya target, maka akan menyebabkan kerugian dikarenakan gaji yang wajib dibayarkan tiap bulan namun hasil tidak sesuai target.

Misalnya, jika gaji ditetapkan sesuai dengan UMR, yaitu sebesar dua juta rupiah. Setelah dihitung, gaji dua juta rupiah per bulan bisa ditutup jika karyawan menghasilkan tiga kilo gram sarang bersih selama sebulan.

Gaji tetap harus dengan target

Maka menghitung target harian karyawan pencuci sarang adalah, 3000 gram sarang dibagi 26 hari kerja hasilnya adalah 120 gram atau satu koma dua ons.

Contoh slip gaji cuci sarang walet

Contoh slip gaji cuci sarang walet

Dengan gaji tetap dua juta rupiah per bulan, maka karyawan cuci sarang wajib mencapai target hasil cuci sarang bersih sebanyak 120 gram, atau 1,2 ons, setara dengan 12 keping sarang.

Gajian dengan system borongan

Pilihan kedua untuk sistem penggajian adalah system borongan. Sistem ini yang rata rata dipakai oleh para pebisnis cuci sarang walet.

Upah cuci sarang walet borongan lebih fleksibel

Sistem borongan yang popular di bisnis cuci sarang walet adalah gajian sesuai dengan banyaknya sarang walet yang dicuci pada saat itu.

Cara menghitung gaji borongan agar murah

Jika upah membersihkan satu gram sarang walet dihargai 600 rupiah, maka dalam satu hari berapapun yang dicuci dikalikan 600 rupiah.

Rata rata kemampuan cuci karyawan adalah sekitan 150 gram atau 1,5 ons dalam sehari. Ini dengan kecepatan standar, tidak terlalu cepat tidak terlalu lambat.

Artinya dalam sehari, karyawan dapat menghasilkan 150 gram x 600 rupiah = 90.000 rupiah.

Dengan system penggajian borongan seperti ini, karyawan mendapatkan upah sesuai dengan banyaknya sarang yang mereka cuci. Semakin banyak, maka semakin besar. Semakin sedikit, maka smakin kecil gaji mereka.

Untuk system gaji borongan, pekerjaan karyawan lebih fleksibel tanpa adanya target. Bahkan karyawan bisa menentukan gaji mereka sendiri sesuai keinginannya.

Gaji cuci sarang walet

Saat mereka butuh uang, bisa jadi mereka bekerja lebih cepat dan menghasilkan gaji yang lebih besar. Sebaliknya jika merka sedang dalam kondisi tidak begitu butuh uang, pekerjaan bisa dilakukan lebih santai.

Demikian ulasan tentang upah membersihkan sarang walet murah, semoga bermanfaat.

Mau belajar bisnis cuci sarang walet dari ahlinya? Daftar sekarang di Sekolah Cuci Sarang Walet Terlengkap dengan standar ekspor.

You may also like...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *